Menghidupkan kembali The Old Net
Sebuah pencarian tongkrongan di internet yang tidak perlu kesusu
Saat masih sekolah/kuliah saya sebenarnya anak nongkrong banget, hampir tiap hari saya nongkrong dengan siapapun yang kebetulan berada di lokasi yang sama, jika bisa diberi nilai maka nilai skill sosial saya adalah A+ karena saya benar-benar dapat bergaul dengan siapapun dan selalu bisa melihat sisi menarik dari cerita-cerita orang lain.
Frekuensi nongkrong saya mulai jauh berkurang saat saya mulai berkarir secara profesional, sekitar tahun 2015. Dikarenakan saat itu waktu saya lebih banyak habis untuk belajar/ngoprek soal pekerjaan, atau berdiskusi di group-group programming di facebook dan ditambah lagi rutinitas party Dota 2.
Setelah saya menikah dan dikaruniai anak, waktu untuk nongkrong in-person makin super susah, meski frekuensinya tetap ada entah seminggu atau sebulan sekali, namun billing-nya sangat terbatas, kadang baru sampai tempat nongkrong 30 menit sudah ditelfon disuruh pulang.
Maka opsi saya yang terakhir untuk tetap bersosial dengan teman adalah melalui sosial media, karena sosial media memang didesain untuk selalu connected, right?
Tapi sejujurnya, sosial media saat ini terlalu bising bagi saya. Bukannya bersosial, saya malah lebih banyak menggunakan sosmed semerta-merta untuk mencari reels lucu dan membagikannya ke beberapa teman. tidak ada interaksi pun saya tidak benar-benar catching up dengan hidup teman-teman saya karena mostly saya rasa story/reel yang mereka bagikan either itu terlalu random, terlalu dibuat-buat, atau terlalu shallow, ya kali ada temen nongkrong yang cuman nunjukin “nih hari ini aku sepedaan 50Km” atau “Hei, tadi aku lagi ke gunung”.
Saya ingin bertukar/mendengar cerita yang sedikit lebih detil, layaknya nongkrong. Hal yang menarik dari nongkrong adalah kita dapat mendengar hal-hal menarik dari aktivitas-aktivitas yang biasa aja, atau jika nongkrongnya larut malam kita bisa mendengar wawasan menarik tentang kisah-kisah nabi atau cerita mistis yang gak masuk akal, tapi layak buat didengerin karena itu bagian dari nongkrong.
Slow Living, Slow Internet#
Belakangan ini saya menyaksikan banyak orang mulai tertarik pada konsep Slow Living and I get it, karena saya juga merasa bahwa terlalu banyak hal yang dibuat instan, dibuat super cepat, entah karena kita sedang mengejar sesuatu atau sedang dikejar sesuatu.
Internet pun juga begitu, segalanya super cepat. Dalam semenit scroll threads, kita sudah bisa melewati ratusan post dari orang-orang yang tidak pernah kita ikuti, ratusan tulisan super singkat yang tidak seharusnya diproses oleh otak kita, it’s too fast and too loud. Otak saya rasanya tidak didesain untuk memproses informasi seperti itu.
Atau setidaknya bukti jika otak saya tidak suka informasi super cepat dan singkat dari sosial media adalah ketika dipagi hari saya memulai hari dengan youtube short, reel, story maka seharian itu mood saya akan jelek.
Cara tercepat untuk mencapai tujuan adalah dengan pelan-pelan.
Hari ini saya mendengar Quotes diatas dari Pandji Pragiwaksono disalah satu podcastnya. sebenarnya itu bentuk Quotes lain dari “Alon-alon asal klakon” tapi benar-benar ber-resonansi amat kuat di kepala saya hari ini.
Nongkrong di Old Net#
Balik lagi ke tongkrongan. Lalu apa solusinya jika saya ingin tetap bersosial dengan kualitas sebaik nongkrong tapi di internet?
The Old Net! Internet tradisional! mungkin join forum seperti kaskus, reddit, or even better ya blogging dan mencari blog lain yang dapat saya baca. Saat ini ada platform yang bisa dibilang blogspotnya jaman sekarang yaitu Substack, tapi sayangnya saya masih belum menemukan tulisan yang cukup santai, yang ngebahas kehidupan sehari-hari atau hal remeh-temeh lain layaknya topik tongkrongan. Mostly di Substack yang saya temukan adalah tulisan yang amat sophisticated, which is bagus tapi bukan bacaan yang tepat saat vibe ingin nongkrong.
Kalau yang contentnya berbahasa inggris, bisa pantengin Bubbles Town itu isinya blog post dari persoal blog, gak pake algoritma feed, sesimple list yang bisa divote seperti hackernews. Kalau ingin baca bacaan yang ringan dan berbahasa indonesia bisa mampir ke blognya Agus Mulyadi
Kalau kamu juga punya blog pribadi dan suka nulis terutama hal yang remeh temeh, please share via email ya gengs 🥹 karena email juga part of the Old Net Kirim Email